Perlu Kolaborasi Dua Pihak Ini untuk Berantas Judi Sampai Tuntas

Cybercrime atau kejahatan siber merupakan aktivitas ilegal yang menggunakan komputer dan jaringan komputer sebagai alat, sasaran atau tempat kejadian perkara, kejahatan siber seperti kejahatan tradisional dapat ­menyebabkan korban kejahatan mengalami kerugiaan fisik dan psikis.

Perkembangan teknologi yang pesat menciptakan peluang terjadinya beragam tindak kejahatan siber, berdasarkan laporan berjudul Cyber Security: The Board Report 2019 terdapat lima tindakan kejahatan siber yang sering kali terjadi yaitu ransomware, pencurian data, penyamaran sebagai CEO/petinggi perusahaan lain, penambangan bitcoin, dan pencurian intellectual property.

Polisi Berantas Judi

Dampak negatif lainnya dari dunia siber salah satunya adalah bisa mendorong seseorang untuk melakukan tindakan ilegal seperti menyimpan dan menyebarkan konten-konten pornografi, melakukan penipuan, penyebarkan dan memproduksi konten hoax serta maraknya pemain judi online yang merupakan salah satu dampak judi tembak ikan di internet.

Kepedulian Masyarakat dan Ketegasan Polisi

Indonesia sudah memiliki peraturan hukum yang baik untuk mencegah tindakan kejahatan di dunia maya, jika kita mengambil contoh tindakan kejahatan judi konvensional maupun judi online sudah diatur di Pasal 303 dan Pasal 303 bis KUHP, Undang-undang No. 7 Tahun 1974 tentang Penertiban Perjudian serta Pasal 27 ayat 2 Undang-undang No. 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas Undang-undang No. 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik dimana pelanggar diancam hukuman penjara dan denda.

Walaupun akses situs-situs judi sudah diblokir tidak menutup kemungkinan seseorang menemukan cara untuk mengaksesnya seperti menggunakan VPN, browser anonim lain atau cara-cara lain yang memungkinkan oleh karena itu, sudah sewajarnya pihak kepolisian melakukan tindakan preventif untuk mencegah dampak judi tembak ikan atau permainan judi online lainnya.

Pada akhir 2018 Di Aceh, pihak kepolisian pernah menangkap komplotan pejudi online yang menjual akun ID salah satu situs judi Sbobet. Komplotan ini menjual official-id yang memungkinkan akses ke platfrom judi online, komplotan ini juga memanfaatkan warnet sebagai salah satu tempat aksinya. Terungkapnya judi ini hasil laporan dari masyarakat.

Di Kalimantan Barat, jajaran Polda Kalbar berhasil menggulung empat bandar judi bola online yang beromzet miliaran rupiah. Mereka memiliki cara kerja online-offline dimana para bandar menugaskan agen-agennya untuk mencari para pemain judi bola, lewat agen ini pula taruhan dipasang. Judi ini juga terungkap karena laporan masyarakat.

Tidak mudah memamg membasmi praktik judi tembak ikan di Indonesia, walaupun begitu masyarakat dan pihak kepolisian tidak boleh menyerah untuk memberantas perjudian, kerja sama yang erat antara dua pihak inilah garda terdepan memberantas praktik perjudian online maupun konvensional.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *